Gejala Prostat
Apabila pada saat pemeriksaan ditemukan infeksi pada prostat, dan sewaktu prostat ditekan terasa sakit, maka keadaan ini disebut prostatitis.

Prostatitis adalah peradangan pada prostat akibat infeksi yang sering menyertai hipertrofi prostat jinak. Infeksi prostat juga mengakibatkan pembengkakan jaringan prostat sehingga menghambat aliran air seni.

Radang Prostat terjadi akibat perubahan hormonal dihidrotestosterm dalam jaringan kelenjar prostat yang meningkat pada usia dewasa. Peningkatan hormon tersebut umumnya karena pertambahan usia serta fungsi penguraian yang berkurang sehingga ukuran prostat terus bertambah , akibatnya susah kencing, air kencing yang dikeluarkan akan menjadi sarang bakteri yang berakhir pada radang prostat.

Gejala prostatitis adalah demam, menggigil, sering buang air kecil pada malam hari, kesulitan berkemih, rasa sakit waktu berkemih, perbesaran prostat, ada darah dalam air seni, atau rasa sakit pada saat ejakulasi.

Penderita merasakan rasa sakit dan tidak nyaman pada perut bagian bawah, daerah sekitar penis dan testis, serta daerah perineum (antara penis dan anus). Pada prostatitis, air kencing kadang-kadang bernanah, terasa panas saat buang air kecil dan ejakulasi.

Ramuan Mengatasi Pembesaran Prostat
Kompas.com, beberapa tanaman obat asli Indonesia, mampu memperbaiki bahkan menyembuhkan gangguan prostat. Contohnya, paduan sambiloto dan akar alang-alang. Ramuan tradisional Cina juga diyakini mampu mengatasi radang dan pembesaran kelenjar prostat.

Buku Prescription Beneficial to Life, yang diterbitkan pada tahun 1253 oleh Yan Yung-hou, memuat beberapa resep klasik untuk mengatasi gangguan prostat.

Berikut ramuan untuk mengatasi radang dan pembesaran prostat ;
1. Bahan: 10-15 gr sambiloto, 60 gr akar alang-alang
Pemakaian: Rebus semua bahan dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc. Saring, minum dua kali sehari, masing-masing 150 cc. (Artikel selengkapnya...)

Ejakulasi Menurunkan Risiko Kanker Prostat
Berdasarkan studi tahun 2004 yang dimuat dalam Journal of the American Medical Association, untuk mencegah terbentuknya kanker prostat, para peneliti menyarankan agar seorang pria melakukan ejakulasi minimal 12 kali dalam sebulan. Peneliti mengatakan bahwa peningkatan ejakulasi sebanyak 3 kali per minggunya akan menurunkan secara langsung risiko kanker prostat hingga 15 persen.

Proses ejakulasi akan membuang akumulasi zat-zat beracun dalam kelenjar prostat pria. Kelenjar prostat akan mengeluarkan cairan ke dalam air mani ketika ejakulasi yang akan mengaktifkan sperma dan mencegah bersatunya zat-zat beracun dengan sperma.

Jika tidak dikeluarkan, zat beracun dalam kelenjar prostat seperti potassium, seng, asam sitrat, 3-methylchloranthrene kemungkinan akan menjadi zat karsinogenik.
"Intinya sederhana, semakin sering Anda membersihkan 'pipa', semakin sedikit bakteri yang berkumpul di dalamnya,"
ujar Graham Giles dari Cancer Council Victoria, Melbourne seperti dikutip dari AskMen, Selasa (13/10/2009).

Sumber: Kompas.com, Detikhealth,


Related Post



0 comments

Facebook