Tampilkan postingan dengan label kanker paru. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kanker paru. Tampilkan semua postingan

14 Jan 2010

Mesothelioma The Lung Cancer

Mesothelioma is a form of cancer that is almost always caused by exposure to asbestos. In this disease, malignant cells develop in the mesothelium, a protective lining that covers most of the body's internal organs. Its most common site is the pleura (outer lining of the lungs and internal chest wall), but it may also occur in the peritoneum (the lining of the abdominal cavity), the heart,[1] the pericardium (a sac that surrounds the heart) or tunica vaginalis.

Most people who develop mesothelioma have worked on jobs where they inhaled asbestos particles, or they have been exposed to asbestos dust and fiber in other ways. It has also been suggested that washing the clothes of a family member who worked with asbestos can put a person at risk for developing mesothelioma.[2] Unlike lung cancer, there is no association between mesothelioma and smoking, but smoking greatly increases risk of other asbestos-induced cancer.[3] Compensation via asbestos funds or lawsuits is an important issue in mesothelioma (see asbestos and the law).

The symptoms of mesothelioma include shortness of breath due to pleural effusion (fluid between the lung and the chest wall) or chest wall pain, and general symptoms such as weight loss. The diagnosis may be suspected with chest X-ray and CT scan, and is confirmed with a biopsy (tissue sample) and microscopic examination. A thoracoscopy (inserting a tube with a camera into the chest) can be used to take biopsies. It allows the introduction of substances such as talc to obliterate the pleural space (called pleurodesis), which prevents more fluid from accumulating and pressing on the lung. Despite treatment with chemotherapy, radiation therapy or sometimes surgery, the disease carries a poor prognosis. Research about screening tests for the early detection of mesothelioma is ongoing.
Source :http://411onmesothelioma.blogspot.com/

8 Mar 2009

TANAMAN OBAT - KELADI TIKUS

TANAMAN OBAT - KELADI TIKUS
Typhoniumflagelliforme (Lodd) BL.

KLASIFIKASI : Tanaman Keladi Tikus disebut typhonium flagelliforme (Lodd.) Bl. atau Typhoniumdivaricum (L .) Decne termasuk ke dalam famili tumbuhan Araceae. Tanaman ini dikenal dengan nama daerah bira kecil , daun panta susu , kalamayong, ileus, ki babi, trenggiling mentik, nama asingnya rodenttuber.

SIFAT KIMIA : Hasil penelitian dari berbagai lembaga dan perguruan tinggi di Malaysia dan beberapa negara menunjukkan bahwa sari tanaman (juice) ini dapat menghancurkan sel kanker. Hasil penelitian menunjukan : Membunuh / menghambat pertumbumbuhan sel kanker, menghilangkan efek buruk khemoterapi, bersifat anti virusdan anti bakteri.

PENYAKIT YANG DAPAT DISEMBUHKAN DAN CARA PENGGUNAANYA
Berdasarkan berbagai literatur yang mencatat pengalaman secara turun temurun dari berbagai negara dan daerah, tanaman ini dapat menyembuhkan penyakit-penyakit sebagai berikut :
1. Koreng. Umbi secukupnya ditumbuk halus, tempelkan ke tempat sakit.
2. Frambusia. Umbi secukupnya ditumbuk halus, tempelkan ke tempat yang sakit .
3. Kanker. payudara, paru-paru, usus besar, rectum, liver, prostat, ginjal, leher rahim, tenggorokan, tulang, otak, limpa, leukemia, empedu dan pankreas. Tanaman lengkap 3 batang ( 50 gram ) direndam setengah jam, dicuci, ditumbuk halus, peras dengan kain, tambahkan setengah sendok madu, campur, minum. Lakukan 3 kali sehari. Air perasan harus segera diminum, tidak boleh disimpan.
4. Menetralisir racun narkoba : Umbi sebesar ujung jari dicuci bersih dengan air matang, dikeprek dan ditelan. Lakukan beberapa kali sehari. (Cara penggunaan ini berdasarkan informasi lisan dari seorang pemakai).


Catatan:
1. Wanita hamil dilarang menggunakan obat ini .
2. Tanaman ditumbuk bukan diblender.
3. Jika tangan menjadi gatal, cuci dengan air gula .
4. Waktu menumbuk, hati –hati jangan kena mata .
5. Air sari keladi tikus harus diminum segar, tidak boleh disimpan .
6. Tanaman keladi tikus mudah busuk jika basah, jadi harus disimpan di kulkas. Cara ini menyimpan 3 tanaman digulung dengan kertas , masukan plastik, simpan di kulkas.
7. Minum keladi tikus waktu perut kosong, sekurang – kurang nya sejam sebelum makan .
8. Sesudah operasi tidak boleh langsung mikeladi tikus, tunggu 2 minggu.
9. Dua hari pertama minum akan mual, sedikit diare, kotoran jadi hitam dan lesu.
10. Kadang – kadang pasien muntah atau atau kurangi dosisnya mual sesudah lama minum keladi tikus, hentikan dulu sampai gejala hilang dan minum lagi, atau kurangi dosisnya.

sumber : www.tanaman-obat.com
photo : www.kaltiga.com/keladi.jpg
Tags :
, , , , , , , ,

Resep Herbal gagal Ginjal

ada resep herbal utk penderita gagal ginjal, daun luntas tiga genggam, kunyit dua jari, yang satu jari dibakar sampe matang,1 jeruk nipis, g...